Minggu, 06 Juni 2010

Jelajah Rabies Peserta PW Kwarran Buleleng


Sukasada, Merebaknya penyakit rabies di Buleleng hingga menelan korban jiwa, ternyata disebabkanb oleh banyak faktor. Salah satu diantaranya adalah sikap cuek masyarakat terhadap hewan penyebar virus rabies seperti anjing, kucing, dan monyet. Oknum masyarakat Buleleng cendrung ogah mengandangkan anjing peliharannya. Hal itu terungkap Sabtu (5/6) dalam laporan observasi yang dilakukan peserta Perkemahan Wirakarya (PW) Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Buleleng melalui kegiatan ’Jelajah Rabies’.

Didampingi sekretaris II Kwarran Buleleng, Erry Trisna Nurhayana, kordinator kegiatan Jelajah Rabies, Wangsa Parisudha mengungkapkan dari hasil pendataan hewan yang berpotensi sebagai penyebar virus rabies,masih banyak ditemukan kuluk liar diwilayah perkotaan dan pedesaan sebagai salah satu hewan penyebar rabies.”Dari tiga rute yang dilalui, ditemukan ratusan anjing penyebar rabies yang tidak dikandangkan oleh pemiliknya,” tandas Wangsa. Dari data itu, 80 persen diantaranya berpotensi menularkan rabies.

Hal terserbut, kata Wangsa, didasarkan oleh hasil pengamatan peserta jelajah rabies yang telah memperolah materi dari petugas Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Buleleng tentang pengenalan hewan yang berpotensi sebagai penyebar rabies berikut ciri-cirinya.”Ratusaan anjing itu terdata oleh peserta yang melakukamn penjelajahan dari Sanggar Bakti Pramuka Kwarran Buleleng di Jalan Tekukur, Singarja menuju Monumen Perjuangan Tri Yudha Sakti di wilayah Lingkungan Sangket, Kelurahan/Kecamatan Sukasada melalui tiga jalur,” terangnya.

Ditambahkan Erry Trrisna Nurhayana, jelajah rabies merupakan salah satu bentuk kegiatan PW yang bertujuan untuk memberikan pengenalan sekaligus melibatkan anggota pramuka Kwarran Buleleng dalam pemberantasan penyakit rabies. Selain jelajah rabies, pada puncak PW Kwarran Buleleng Minggu (6/6) kemarin peserta yang berasal dari SMAN 1, 2, 3, 4 serta SMKN 3 dan Racana Udiksha juga diberikan materi tentang pelestarian lingkungan dari Kantor Lingkungan Hidup Buleleng dan materi jurnalistik oleh Presidan Komunitas Jurnalis Buleleleng (gtc)