Senin, 20 Desember 2010

Peserta KMD Pramuka Membludak, Menjawab Kebutuhan Pembina Di Buleleng

Sukasada, Peserta Kursus Mahir Tingkat Dasar (KMD) yang dilaksanakan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Buleleng membludak. Sebanyak 47 calon pembina dari berbagai sekolah dan kwartir ranting yang ada di Bulelelng dengan antusias mendaftarkan diri dan mengikuti kegiatan yang digelar Senin (20/12) hingga Jumat (24/12) mendatang. Peserta KMD Tahun 2010 kali ini melebihi kuota yakni sebanyak 40 orang per-angkatan. KMD yang dilaksanakan di Monumen Tri Yuda Sakti ini merupakan jawaban atas kebutuhan pembina pramuka di Buleleng.

Wakil Ketua I Kwartir Cabang Buleleng, Gde Darmaja menyatakan KMD merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan Revitalisasi Gerakan Pramuka di Buleleng.”Revitalisasi Gerakan Pramuka telah kita laksanakan dan bukan hanya sekedar wacana. Kita mulai inventarisir persoalan yang ada dan kemudian merancang program untuk menggerakan seluruh komponen pramuka sehingga dapat berkiprah nyata untuk kemajuan nusa dan bangsa,” tandasnya.

Dengan berfikir dan bekerja cerdas, keras dan ihklas, kata Darmaja, kegiatan kepramukaan di Buleleng mulai dibenahi agar berjalan dengan baik dan benar.”Salah satunya melalui kegiatan kursus mahir dasar yang bertujuan memenuhi kebutuhan akan pembina pramuka pada gugus depan yang berpangkalan di sekolah. Sebab, banyak sekolah yang mewajibkan peserta didiknya mengikuti pendidikan kepramukaan,” tandas Darmaja seraya mengingatkan agar peserta KMD senantiasa menjungjung tinggi Tri Satya dan Dasa Darma. (k2)

Sabtu, 11 Desember 2010

Buleleng Siap Jajal Buper Segara Mantra Ikuti Jamda Bali , Kirim 60 Pramuka Penggalang

Singaraja, Kontingen Jambore Kwartir Cabang Buleleng siap manjajal Bumi Perkemahan Segara Mantra Denpasar pada kegiatan Jambore Daerah (Jamda) Bali Tahun 2010 (11-14/12). Sebanyak 60 personil Pramuka Penggalang, telah digembleng sejak Sabtu (13/11) lalu oleh tim yang dibentuk Kwartir Cabang Buleleng. Pasukan penggalang yang berasal dari 27 SMP Negeri/Swasta di Kabupaten Buleleng, termasuk diantaranya Sekolah Satu Atap (SSA) Gerokgak, merupakan kontingen terbesar pada Jambore Daerah Bali Tahun 2010 yang hanya mengisyaratkan kuota peserta hanya 40 orang untuk tiap Kwartir Cabang.


Ketua Kontingen Jambore Kwartir Cabang Buleleng, Made Tingkat menyatakan Pramuka Buleleng siap menyukseskan kegiatan Jambore Daerah Bali Tahun 2010. Dikatakan, sebanyak 60 Pramuka Penggalang telah disiapkan untuk mengikuti kegiatan besar Pramuka tingkat Penggalang tersebut. ”Kita siapkan selama tiga minggu lebih dan telah dilepas oleh Bupati Buleleng selaku Ketua Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka,” ungkap Tingkat saat berangkat menuju Buper Segara Mantra.


Sesuai petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) pelaksanaan Jambore Daerah, lanjut Tingkat, seluruh kontingen Jambore Kwarcab Buleleng yang akan didampingi 10 pembina pendamping ini, telah diberikan pembekalan maksimal dalam kurun waktu tiga minggu. Peserta diberikan pengetahuan dan keterampilan sehingga mampu mengikuti Jambore Daerah Bali yang mengagendakan berbagai macam bentuk kegiatan. Antara lain, Kegiatan bersama; Petualangan ; Kreasi Diri; Pengetahuan dan Keterampilan; Bakti dan persaudaraan; serta Global Village.”Kita siapkan para peserta ini untuk dapat mengikuti kegiatan dimaksud,” pungkasnya. (k2)

Selasa, 07 Desember 2010

DKC Buleleng Gelar Perti dan LJBP III

Singaraja, Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega Cabang (DKC) Buleleng menunjukkan aksinya dalam pelaksanaan salah satu program kerja unggulan, berupa Perkemahan Bakti Pramuka disertai Lomba Jelajah Bakti Pramuka III disingkat LJBP yang merupakan event kegiatan Pramuka Penegak dan Pandega dua tahunan.

Ajang bergengsi LJBP selalu menjadi penantian para anggota Pramuka Penegak dan Pandega se-Kwartir Cabang Buleleng, dimana kegiatan yang direncanakan (13-16/12) dilakukan dalam bentuk nomaden camp atau perkemahan berpindah-pindah yang diawali dari Monumen Perjuangan Bhuwana Kertha, Desa Panji Kecamatan Sukasada dan menuju Danau Tamblingan di Desa Munduk Tamblingan Kecamatan Banjar serta Danau Buyan di Desa Pancasari Kecamatan Sukasada.


“Tahun 2010 ini program kerja tersebut dilaksanakan dengan lebih inovatif dengan melombakan 14 item lomba, di mana di setiap lomba dicari juara I, II, dan III. Akumulasi total kejuaraan dari tiap lomba kemudian akan menentukan juara umum LJBP III dari juara umum I, II, dan III di masing-masing kategori. Kategori yang dimaksud adalah sangga putra dan sangga putri. Selain kegiatan lomba, dalam perkemahan bakti juga dilaksanakan kegiatan penghijauan di sekitar Danau Tamblingan dan aksi gelar bersih sampah plastik di sepanjang rute LJBP III,” ungkap Ketua Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega Cabang (DKC) Buleleng, Kadek Widiana disela-sela technical meeting Perkemahan Bakti serta LJBP III, sabtu (4/12) di SMA Negeri 1 Singaraja.


Dalam ajang Perkemahan Bakti dan LJBP III 2010 yang digelar DKC Buleleng dipastikan melibatkan sekitar 150 Pramuka Penegak dan Pandega di seluruh Kabupaten Buleleng,” berdasarkan pendaftaran sementara, tidak hanya ranting kota, ranting lainpun ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Adapun ranting yang mengikuti acara ini antaranya Seririt, Banjar, Buleleng, Sukasada, Sawan, Kubutambahan, dan Tejakula,” papar Widiana didampingi Ketua Panitia Dewa Made Buda Arsana.


Penilaian yang dilakukan dalam ajang Perkemahan Bakti dan LJBP III 2010 sebagian besar mengacu pada berbagai materi latihan yang didapatkan digugusdepan, namun demikian dalam penilaian DKC Buleleng melibatkan Dewan Juri yang berasal dari Andalan Cabang Kwarcab Buleleng, Saka Wirakartika, Saka Bhayangkara, Saka Bakti Husada dan masing-masing dari Kwartir Ranting peserta.


“Untuk menjaga keprofesionalan dalam penilaian lomba, maka kami berusaha melibatkan seluruh komponen pramuka cabang buleleng, sedangkan yang membantu pelaksanaan kegiatan adalah tambahan tenaga panitia dari DKR se-cabang buleleng, Dewan Saka Bhayangkara, Dewan Saka Wirakartika, Dewan Saka Wanabakti, dan Dewan Saka Bakti Husada” ujar Ketua Panitia Dewa Made Buda Arsana.


Berdasarkan pendaftaran sementara di Sanggar Bhakti Pramuka Kumarasthana tercatat 150 peserta Pramuka Penegak dan Pandega yang terdiri dari 8 Sangga putra dan 7 Sangga Putri dari SMA Negeri 1 Seririt, SMA PGRI Seririt, SMA Negeri 2 Banjar, SMA Negeri 1 Singaraja, SMA Negei 2 Singaraja, SMA Negeri 3 Singaraja, SMA Negeri 4 Singaraja, SMK Negeri 3 Singaraja, SMA Negeri 1 Sukasada, SMA Negeri 1 Sawan, SMA Negeri 1 Kubutambahan dan SMA Negeri 1 Tejakula. (dkc1/k3)

Jumat, 03 Desember 2010

60 Pramuka Penggalang Dilepas Bupati Buleleng Ikuti Jambore Daerah Bali Di Serangan

Singaraja, 60 Pramuka Penggalang dilepas Bupati Buleleng untuk mengikuti pelaksanaan Jambore Daerah Bali yang dijadwalkan berlangsung di Bumi Perkemahan Segara Matra, Serangan Kabupaten Badung.

Bertempat di Lobby Athiti Wisma Kantor Bupati Buleleng, jumat (3/12), 60 Pramuka Penggalang sebagai Duta Kabupaten Buleleng dalam ajang Jambore Daerah Bali dilepas Bupati Buleleng, Putu Bagiada bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa dan Ketua Gerakan Pramuka Kwarcab Buleleng, Dewa Ketut Puspaka.


60 Pramuka Penggalang dalam kegiatan Jambore Daerah Bali yang berlangsung di bumi Perkemahan Segara Mantra Serangan Kabupaten Badung merupakan hasil seleksi dalam ajang Jambore Cabang yang berlangsung di Air Sanih, Desa Bukti Kecamatan Kubutambahan.


“kegiatan jambore merupakan salah satu pendidikan langsung dengan alam terbuka dalam bentuk kegiatan yang menarik, menantang dengan metode kepramukaan, sehingga ajang Jambore ini harus dijadikan wadah pendidikan dan pelatihan untuk belajar mandiri, pengembangan diri secara utuh serta mempererat tali persaudaraan,” ungkap Bupati Buleleng, Putu Bagiada.


Pelepasan Kontingan Pramuka Buleleng dalam kegiatan Jambore Daerah Bali ditandai dengan penyerahan bendera dari Bupati Bagiada kepada Pimpinan Kontingen Pramuka Buleleng Made Tingkat yang juga Ketua Harian Kwarcab Buleleng.


Sementara dari 60 Pramuka Penggalang yang terbagi dalam 30 Pasukan Penggalang Putra dan 30 Pasukan Penggalang Putri akan mengikuti kegiatan selama empat hari di Serangan Badung yang dijadwalkan berlangsung 11 Desember mendatang, selanjutnya para Duta Buleleng itu akan diseleksi kembali untuk mengikuti kegiatan serupa di tingkat nasional yang berlangsung Juli 2011 di Bumi Perkemahan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Padang, Propinsi Sumatera Selatan. (k3)

Senin, 22 November 2010

UU Gerakan Pramuka Membentuk Gugus Depan Komunitas dan Gugus Darma Pramuka

Denpasar, Undang-Undang Gerakan Pramuka yang dirancang DPR-RI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI mengisyaratkan terbentuknya Gugus Depan Komunitas dan Gugus Darma di Kwartir Cabang disamping Gugus Depan berbasis Satuan Pendidikan di sekolah.

Terbentuknya Gugus Depan Komunitas dan Gugus Darma sebagai realisasi dalam Undang-Undang Gerakan Pramuka diatur dalam Bab IV Kelembagaan pada pasal 22 ayat 2, dimana Gugus Depan Berbasis Komunitas meliputi kewilayahan, agama, profesi, organisasi kemasyaratan dan komunitas lainnya sedangkan Gugus Darma merupakan wadah untuk Purna Pramuka yang telah tidak aktif dalam kepramukaan.


“dengan undang-undang ini akan memberikan dukungan dan mampu mendorong percepatan revitalisasi Gerakan Pramuka yang telah dicanangkan Presiden, termasuk dalam undang-undang ini akan merangkul berbagai komponen masyarakat untuk mengembangkan pramuka seperti adanya Gugus Depan Berbasis Komunitas dan Gugus Darma,” ungkap Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Prof. Dr. H. Azrul Azwar, MPH, minggu (21/11).


Sayangnya dalam Undang-Undang Gerakan Pramuka tersebut tidak dilengkapi dengan pembentukan Peraturan Pemerintah,” dan yang terakhir yang saya harapkan adalah masukan dari peserta untuk penyusunan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Gerakan Pramuka karena undang-undang ini sedikit agak aneh, karena tidak ada kata-kata penugasan pembentukan PP, semuanya dituangkan dalam AD dan ART,” papar Azrul Azwar.


Dalam Undang-Undang Gerakan Pramuka yang disosialisasikan di Agung Room Hotel Inna Grand Bali Beach Sanur Denpasar terdiri dari Sembilan bab dan empat puluh Sembilan pasal yang mengatur Ketentuan Umum; Asas, Fungsi dan Tujuan; Pendidikan Kepramukaan; Kelembagaan; Tugas dan Wewenang; Hak dan Kewajiban; Keuangan; Ketentuan Peralihan dan Ketentuan Penutup. (k3)