Minggu, 09 Mei 2010

Sanggar Bhakti Pramuka Akhirnya Dibuldoser

Singaraja, Gedung Sanggar Bhakti Pramuka yang terletak di Jalan Pramuka Singaraja pada hari Minggu (9/5) kemarin akhirnya diratakan dengan buldoser. Kegiatan yang dirangkaikan dengan kegitaan Perkemahan Wirakarya (PW) Kwartir Ranting Buleleng ini langsung disaksikan Kakwarcab Buleleng, Dewa Ketut Puspaka bersama sejumlah Andalan Cabang Kwarcab Buleleng dan seluruh peserta PW. Tak tanggung-tanggung, Kakwarcab Puspaka langsung naik Buldoser untuk mengawasi proses perobohan bangunan yang sudah tak layak pakai ini. ‘

’Kita sangat mendukung kegiatan yang dilakukan adik-adik penegak dalam Perkemahan Wirakarya yang langsung menyentuh program kita di Kwarcab,’’ ucap Dewa Puspaka didampingi Sekretaris Cabang, Made Sudana dan Andalan Cabang lainnya. Disebutkan, bangunan Sanggar Bhakti Pramuka ini memang sudah tidak layak pakai. ‘’Bangunannya memang sudah rapuh dan kalau dibiarkan akan sangat membahayakan adik-adik yang melaksanakan kegiatan disekitar sanggar,’’ imbuhnya.

Selain itu, sejak bangunan ini “ditelantarkan” karena rusak, kawasan ini ditumbuhi tumbuhan liar dan kerap di manfaatkan oleh para waria untuk “esek-esek”. Bahkan, saat kegiatan bersih-bersih beberapa waktu lalu banyak ditemukan kondom – kondom bekas di sekitar lokasi Sanggar Bhakti Pramuka. Melalui kepengurusan Dewa Puspaka, para aktifis kepramukaan pun bergerak untuk mengembalikan fungsi Sanggar Bhakti Pramuka. ‘

”Walaupun masih belum ada anggaran untuk membangun gedung baru, setidaknya dengan diratakannya bangunan ini akan memulai langkah baru untuk program pembangunan gedung Pramuka yang baru,’’ ucap salah satu aktifis pramuka, IPKarmaya atau akrab disapa Kak Goes Tu. Nantinya, setelah gedung ini rata dengan tanah maka akan disusul dengan gerakan Aksi Peduli Sanggar Bhakti Pramuka yang dikomandoi oleh Made Suartha. Dalam aksi ini, para anggota pramuka dan masyarakat yang peduli dengan Gerakan Pramuka Buleleng akan secara bergotong royong mengumpulkan pasir, batu bata, semen, ataupun bahan yang lain. ‘

’Minimal target dalam Aksi Peduli ini kita bisa menyender lokasi ini agar rata dengan jalan raya,’’ tegas Made Suartha. Aksi peduli ini akan dilaksanakan selama satu bulan dan diharapkan masyarakat Buleleng bisa mendukung kegiatan ini untuk menghilangkan kesan kumuh di jantung Kota Singaraja. (bin)